Saud Daniel's Blog

Just another way to share

Lahan Gambut di Indonesia

Lahan gambut hanya menutupi sekitar 3% dari luas bumi, dan mengandung 20-35% dari karbon yang tersimpan di permukaan bumi. Lahan-lahan gambut tropik, seperti di Asia Tenggara, mempunyai kapasitas penyimpanan karbon yang sangat banyak (3-6 kali lebih banyak daripada lahan-lahan gambut di daerah beriklim sedang). Lahan gambut juga sangat kaya akan keanekaragaman jenis hayati yang unik dan hanya dijumpai di daerah rawa-rawa gambut (Moore & Nina  2003).

Lahan gambut di Indonesia diperkirakan seluas 26 juta ha. Hampir seluruh lahan gambut yang ada di Indonesia tersebut terdapat di luar Pulau Jawa, yang merupakan pulau-pulau daerah tujuan transmigrasi, yaitu di Pulau Sumatera 8,9 juta ha, Pulau Kalimantan 6,3 juta ha dan Pulau Papua 10,9 juta ha. Di wilayah Sumatera, sebagian besar lahan gambut berada di pantai Timur, sedangkan di Kalimantan terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan (Tim Ad Hoc  2008).

Hutan rawa gambut adalah jenis hutan yang tumbuh pada suatu lapisan tebal dari bahan organik. Lapisan bahan organik ini terdiri atas tumpukan tumbuhan yang telah mati seperti dedaunan, akar-akar, ranting, bahkan batang pohon lengkap, yang telah terakumulasi selama ribuan tahun. Gambut tersebut membentuk media tumbuh yang semakin terangkat tiap pergantian generasi tumbuhan, dan hal tersebut dapat menghasilkan lapisan dengan ketebalan hingga lebih dari 20 meter. Lapisan gambut terbentuk dalam kondisi tertentu, karena tumbuhan yang mati dalam keadaan normal dengan cepat mengalami penguraian oleh fungi, bakteri dan organisme lainnya. Namun karena sifat tanah gambut yanganaerob dan memiliki keasaman tinggi, serta kurangnya unsur hara, maka proses dekomposisi berlangsung lambat (Central Kalimantan Peatlands Project  2006).

Mengingat pentingnya peran mikroorganisme tanah khususnya fungi, dalam proses dekomposisi bahan organik pada tanah gambut dan masih relatif terbatasnya informasi mengenai jenis fungi pada tanah gambut, perlu diidentifikasi jenis-jenis fungi tanah gambut dalam rangka mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Dengan demikian akan dapat diketahui populasi dan jenis fungi yang berperan dalam proses dekomposisi bahan orgnik tanah gambut. Informasi  yang diperoleh diharapkan dapat digunakan sebagai data pendukung dalam pengelolaan  lahan gambut. Buckman & Nyle (1982) menyatakan bahwa organisme tanah berperan penting dalam mempercepat penyediaan hara dan juga sebagai sumber bahan organik tanah.

Filed under: Kehutanan dan Lingkungan, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: