Saud Daniel's Blog

Just another way to share

Teman adalah hadiah dari Tuhan buat kita (Renungan)

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang kurang bagus. Yang bungkusnya bagus punya wajah yang rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya kurang bagus punya wajah yang biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, bahkan menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang kurang bagus. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam jam saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama kita, kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya kurang bagus mempunyai jiwa yang terluka. Begitu dalam lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai. Sayangnya yang kita tangkap darinya justru sikap penolakan, dendam, iri hati, kebencian, kesombongan, amarah, dll. Kita tidak suka dengan jiwa jiwa itu dan mencoba menghindar dari mereka.

Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANLAH karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan dirinya memberikan cinta karena justru ia memerlukan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana kita bisa mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita ? Bagaimana kita bisa mengajak seseorang yang takut air berenang bersama kita?

Luka di lututnya dan ketakutan pada airlah yang harus disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita.

Mereka tidak akan bilang bahwa “lutut” mereka luka atau mereka takut “air”, mereka akan bilang mereka tidak suka berlari atau berenang itu membosankan, dll. It’s a defence mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka tidak akan bilang : Aku tidak bisa menari atau Aku membutuhkan kamu, mereka akan bilang : Menari itu tidak menarik atau Tidak ada yang cocok denganku.

“Aku kesepian” “Teman temanku sudah lulus semua” “Aku butuh diterima” “Aku ini buruk, siapa yang akan tahan denganku?” “Aku ingin didengarkan” “Kisah hidupku membosankan…”

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah di siapkan Nya buat kita.

Berikanlah makna di dalam kehidupan anda bukan hanya untuk diri anda sendiri, melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dalam lingkungan kehidupan anda. Berikanlah waktu anda dengan digabung oleh rasa kasih !!!

Filed under: Kata Mutiara dan Cinta, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: