Saud Daniel's Blog

Just another way to share

TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER

Dasar Penunjukan :

Keputusan Menteri Kehutanan

Nomor : 276/Kpts-II/1997

Tanggal 23 Mei 1997

Luas : 1.094.692 Ha

Letak :

  1. Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,  Kabupaten Aceh  Tenggara, Gayo Luwes, Aceh Selatan , dan Aceh Barat Daya (± 867.789,00 Ha)
  2. Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Langkat  dan Karo (± 226.903.00 Ha)

Koordinat :

02° 50′ – 04° 10′ LU dan

96° 35′ – 98° 30′ BT

Kondisi Umum

Taman Nasional Gunung Leuser terbentang luas mengikuti gugusan pegunungan. bukit barisan dan merupakan kawasan konservasi yang memiliki  perwakilan ekosistem lengkap, mulai dari hutan pantai, hutan dataran rendah, hutan pegunungan, dan danau yang relatif masih utuh dengan kelimpahan satwa-satwa langka dan endemik. Potensi keanekaragaman hayatinya yang memiliki nilai konservasi global, UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai Cagar Biosfer, dan Cluster Natural World Heritage Site, sedangkan Indonesia-Malaysia menetapkan kawasan Leuser sebagai Sister Parks dengan Taman Negara (National Park) Malaysia.

Kawasan ini juga merupakan kawasan tangkapan air dan sumber air bagi banyak sungai-sungai besar di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. Sistem hidrologi kawasan ini secara keseluruhan merupakan sistem pengairan terpenting di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, khususnya Kabupaten  Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Karo dan Langkat.

Lokasi Wisata

Lokasi-lokasi yang memiliki potensi wisata,yaitu :

  1. Gurah ; Melihat dan menikmati panorama alam, lembah, sumber air panas, danau, air terjun, pengamatan satwa dan tumbuhan seperti bunga Rafflesia, orangutan, burung, ular dan kupu-kupu.
  2. Rehabilitasi orangutan Bohorok ; Melihat atraksi orang hutan di tempat rehabilitasi orangutan dan wisata alam berupa panorama sungai, bumi perkemahan dan pengamatan burung.
  3. Kluet ;  Bersampan di sungai dan danau, trekking pada hutan pantai dan wisata goa. Daerah ini merupakan habitat harimau Sumatera.
  4. Sekundur ; Berkemah, wisata goa dan pengamatan satwa.
  5. Ketambe dan Suak Belimbing ;  Penelitian primata dan satwa lain yang dilengkapi rumah peneliti dan perpustakaan.
  6. Gunung Leuser (3.404 m dpl.), dan Gn. Kemiri (3.314 m dpl.) ; Memanjat dan mendaki gunung.
  7. Sungai Alas ; Kegiatan arung jeram dari Gurah – Muara Situlen -Gelombang, selama 3 hari.

Cara Menuju Lokasi (menggunakan kendaraan roda empat);

– Medan-Kutacane ± 240 km  atau 5 jam,

– Kutacane-Gurah/Ketambe  ± 35 km atau 30 menit,

– Medan-Bohorok/Bukit Lawang  ± 60 km atau 1 jam,

– Medan-Sei Betung/Sekundur  ± 150 km atau 2 jam,

– Medan-Tapaktuan ± 260 km atau 10 jam.

Filed under: Kehutanan dan Lingkungan, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: