Saud Daniel's Blog

Just another way to share

TAMAN NASIONAL SIBERUT

Dasar Penunjukan :

Keputusan Menteri Kehutanan

Nomor : 407/Kpts-II/1993

Tanggal 10 Agustus 1993

Luas : ± 190.500 hektar

Letak :

Provinsi Sumatera Barat,  Kabupaten Kepulauan Mentawai,  Kecamatan Siberut Utara dan Siberut Selatan.

Koordinat :

01° 05′ – 01° 45′ LS dan

98° 36′ – 99° 03′ BT

Kondisi Umum

Taman Nasional Siberut berada di Pulau Siberut, termasuk wilayah Provinsi Sumatera Barat. Terletak di  Selat Mentawai atau  kurang lebih 155 km dari kota Padang. Taman nasional ini 60 (enam puluh) persen kawasannya ditutupi oleh hutan primer Dipterocarpaceae, hutan primer campuran, rawa, hutan pantai, dan hutan mangrove. Hutannya relatif masih  alami dengan dominasi  pohon-pohon besar yang tingginya mencapai  60 meter dan kaya dengan flora dan fauna langka yang endemik.

Disamping kekayaan keanekaragaman hayatinya Taman Nasional Siberut merupakan rumah bagi masyarakat Mentawai yang masih hidup secara tradisional dan selaras dengan alamnya. Dalam banyak hal, masyarakat Mentawai merupakan salah satu dari suku bangsa Indonesia yang masih mempertahankan budaya nenek moyangnya.

Pulau Siberut termasuk Taman Nasional Siberut merupakan salah satu Cagar Biosfir yang ditetapkan UNESCO dalam Program Man and the Biosphere (MAB).

Obyek Wisata

Perjalanan wisata alam ke taman nasional ini belum banyak dilakukan oleh pengunjung. Selama ini obyek utama bagi pengunjung minat khusus adalah  budaya masyarakat Mentawai yang hidup secara tradisional tetapi dapat serasi berdampingan dengan alam. Masyarakat tersebut berada di dalam dan sekitar kawasan taman nasional.

Dalam banyak hal, masyarakat Mentawai merupakan salah satu dari suku bangsa Indonesia yang masih mempertahankan budaya nenek moyangnya  dan sebagian besar berkepercayaan animisme. Kegiatan sosialnya dipusatkan di sekitar “UMA”, yaitu suatu rumah bersama berukuran panjang yang  dihuni oleh beberapa keluarga yang masih satu keturunan.

Petualangan ke Taman Nasional Siberut merupakan kombinasi perjalanan mulai dari berperahu, berjalan kaki di jalur berlumpur, menikmati keindahan alam hutan tropika termasuk pengamatan tumbuhan/satwa, mandi di air terjun dan mengamati langsung kehidupan masyarakat asli. Perjalanan ke Pulau Siberut, biasanya diatur oleh biro-biro perjalanan dari Padang maupun Bukit Tinggi termasuk penyediaan  pemandu wisata.

Potensi pariwisata berupa daya tarik wisata alam dan budaya yang dapat dinikmati atau yang ada adalah berupa  :

  1. Trecking (Junggle; Muddy) ; Untuk mencapai lokasi objek wisata digunakan speed boat atau sampan dilanjutkan berjalan kaki. Perjalanan dilakukan memasuki hutan-hutan primer melewati lumpur-lumpur, selama perjalanan kita dapat menikmati pohon-pohon Dipterocarpaceae, anggrek hutan dan kehidupan liar. Bila memasuki Desa Madobak maka kita akan menjumpai Air Terjun Ulukubuk yang sangat dikeramatkan oleh penduduk setempat.
  2. Wisata Bahari (Surfing; Snorkling; Swimming; White Beach) ; Wisata bahari yang sedang menjadi idola wisatawan di Siberut adalah Surfing, yang dilakukan di Pulau Nyang-nyang dan Karang Bajat. Selain itu wisata bahari yang dapat dinikmati adalah snorkling, berenang, memancing dan menikmati indahnya pasir putih.
  3. Pengamatan Burung (Nest; Junggle); Pengamatan burung dapat dilakukan dihutan-hutan primer dan sekunder atau sepanjang sungai saat perjalanan menuju kelokasi. Tempat berkumpul dan bersarang burung adalah di Pulau Saplap yang terletak di Desa Saliguma.
  4. Pengamatan Primata; Salah satu potensi yang akan dikembangkan di kawasan Taman Nasional Siberut adalah wisata pengamatan primata. Lokasi yang direncanakan adalah Zona Pemanfaatan Intensif Taman Nasional Siberut yaitu di Simabugai.
  5. Penyusuran Sungai
  6. Jelajah Mangrove
  7. Pendidikan dan Penelitian.

Budaya dan kepercayaan  tradisional masyarakat Mentawai merupakan salah satu daya tarik sendiri bagi para pengunjung/wisatawan. Menurut kepercayaan tradisional Mentawai (Arat Sabulungan) seluruh benda hidup dan segala yang ada di alam mempunyai roh atau jiwa (simagre). Roh dapat memisahkan dari tubuh dan bergentayangan dengan bebas. Jika keharmonisan antara roh dan tubuhnya tidak dipelihara, maka roh akan pergi dan dapat menyebabkan penyakit. Konsep kepercayaan ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Kegiatan keseharian dapat mengganggu keseimbangan dan keharmonisan roh di alam.

Upacara adatnya  dikenal dengan nama punen, puliaijat atau lia harus dilakukan bersama dengan aktivitas manusia supaya mengurangi gangguan. Upacara dipimpin oleh para Sikerei yang dapat berkomunikasi dengan roh dan jiwa yang tidak dapat dilihat orang biasa.

Wisata budaya yang dapat dinikmati adalah kehidupan keseharian masyarakat Mentawai di rumah-rumah tradisional yaitu Uma, Rusuk dan Sapou dengan aktifitasnya seperti membuat sagu, berburu, membuat racun, membuat tato, membuat kabit (celana tradisional), memasak sagu, dan upacara adat .

Cara mencapai lokasi ;

Dari Padang (Muara Padang) ke Muara Siberut/Muara Sikabaluan/Muara Saibi dengan menggunakan kapal laut reguler (3 kali seminggu). Biasanya berangkat dari pelabuhan Muara Padang  pada malam hari (jam 19.00), dan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 10 jam.

Filed under: Kehutanan dan Lingkungan, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: