Saud Daniel's Blog

Just another way to share

TAMAN NASIONAL MERU BETIRI

Dasar Penunjukan :

Keputusan Menteri Kehutanan

Nomor : 277/Kpts-VI/Um/1997

Tanggal 31 Maret 1997

Luas  : ±  58.000 Ha

Letak :

Provinsi Jawa Timur, Kab. Jember (± 37.585 Ha), dan  Banyuwangi (± 20.415 Ha).

Koordinat :

113° 37′ – 113° 58′ BT dan

08° 21′ – 08° 34′ LS

Kondisi Umum

Taman Nasional Meru Betiri telah lama dikenal sebagai habitat terakhir harimau loreng Jawa (Panthera tigris sondaica), salah satu satwa liar paling dilindungi yang sangat terancam punah. Hingga saat ini, satwa tersebut tidak pernah dapat ditemukan lagi sehingga beberapa pakar memperkirakan macan loreng tersebut telah punah.

Taman nasional ini merupakan kawasan yang mempunyai formasi vegetasi lengkap. Dari sebelas tipe vegetasi di jawa lima diantaranya terdapat di kawasan Meru Betiri. Kondisinya relatif masih lengkap dan asli, sehingga memungkinkan beraneka ragam jenis fauna hidup dan berkembang. Beberapa tumbuhan langka, seperti Rafflesia zolengeriana dan Balanop fungosa dapat hidup dan berkembang di kawasan ini. Sementara itu penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu lekang secara rutin menetaskan telurnya di pantai kawasan ini.

Potensi Wisata

Zona pemanfaatan intensif dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri diperuntukkan sebagai pusat pembangunan sarana/prasarana dalam rangka pengembangan pariwisata alam yang dipusatkan di Bandealit dan Sukamade.

Bandealit ; berada di wilayah Kabupaten Jember, mempunyai potensi keindahan panorama alam, agrowisata perkebunan, peninggalan sejarah/goa Jepang, turun-panjat tebing/rapling (Gunung Sodung), padang penggembalaan, dan obyek-obyek lainnya yang mempunyai ragam pesona alam yang khas.  Teluk Bandealit mempunyai  pantai yang landai sepanjang lebih kurang 3 km dengan pasir putih.  Ombak pantainya tidak terlalu besar dan kecepatan anginya rata-rata berkisar antara  2 – 9 Knot, sehingga membuat banyak olahraga air yang dapat dilakukan di teluk ini. Kegiatan yang dapat dilakukan antara lain  Body Board, Selancar angin (Windsurfing),  Berkano dan memancing.

Beberapa objek wisata yang sering di kunjungi antara lain :

  1. Gunung Sodung ; Turun tebing merupakan kegiatan yang disenangi oleh  pencinta Alam. Bukit karang kecil setinggi 100 m yang sering dipakai oleh  mereka dalam  kegiatan olah raga petualangan itu, disebut Gunung Sodung.  Di Puncak bukitnya  terdapat menara yang dimanfaatkan untuk mengamati pemandangan disekelilingnya.
  2. Goa Jepang ; Goa Jepang ini terletak di ketinggian  200 m.  Didepan goa terdapat tumpukan batu yang merupakan benteng perlindungan tentara Jepang bila ada perlawanan dari musuh yang akan berlabuh di pantai Bandealit.
  3. Muara Timur ; kegiatan yang dapat dilakukan di muara timur seperti berkano menelusuri muara, berenang, belajar selancar angin, dan belajar berlayar.
  4. Teluk Meru ; Teluk Meru dapat dicapai dari Bandealit. Ditempat ini wisata-wan dapat mengamati burung, memancing dan melihat sunset. Pemandangan pantai yang indah menjadi andalan lokasi ini dan kondisi alamnya  yang belum tercemar menciptakan pemandangan mempesona yang menarik. Aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung antara lain  : berkemah, memancing, berjemur, dan berenang.
  5. Agrowisata ; Di dalam kawasan taman nasional terdapat perkebunan PT. Bandealit yang diantaranya menanam tanaman hortikultura seperti sirsak, durian, jeruk, rambutan.  Komoditi ini dapat  dijadikan obyek wisata-agro yang sangat menarik.

Rajegwesi ; Rajegwesi merupakan pintu gerbang masuk kawasan Taman Nasional Meru Betiri di Bagian Timur (Kabupaten Banyuwangi). Pantai Rajegwesi merupakan objek wisata pertama yang dapat dijumpai. Pantai yang berombak relatif kecil jika dibandingkan dengan pantai selatan lainnya ini, dipergunakan masyarakat sekitar kawasan untuk tempat pelabuhan kapal-kapal nelayan penangkap ikan dan sekaligus sebagai tempat pelelangan ikan.

Banyak kegiatan yang dapat dilakukan dipantai ini seperti memancing, berenang, berperahu, menyaksikan nelayan tradisional mancari ikan dan menjualnya pada tengkulak di Tempat Pelelangan ikan.

Teluk Damai dan Teluk Hijau ; Sesuai dengan namanya air laut disini tidak berwarna biru seperti layaknya air laut  tetapi berwarna hijau. Aktivitas yang dapat dilakukan di Teluk Hijau diantaranya yaitu berenang, memancing,  dan menikmati keindahan pasir putih. Di dekat lokasi ini terapat Goa Jepang dan didepan Goa  disediakan tempat parkir kendaraan .

Pantai Sukamade ; Pantai Sukamade merupakan salah satu obyek wisata yang terdapat di zona pemanfaatan intensif taman nasional. Kegiatan  yang dapat dilakukan adalah pengamatan penyu bertelur, pelepasan tukik, pengamatan burung, pengamatan rafflesia, dan berkemah.

Penyu yang biasa mendarat dan bertelur di pantai Sukamade ada 4 jenis dari 6 jenis penyu yang ada di Indonesia, yaitu Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Slengkrah (Lepidochelys olivaceae), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriaceae).  Diantara penyu-penyu tersebut yang paling sering mendarat adalah penyu hijau.

Fasilitas yang terdapat di lokasi ini antara lain: Pondok Wisata, Camping Ground yang dilengkapi dengan  pendopo untuk ruang pertemuan, Shelter, jalan trail wisata, information centre,  laboratorium dan pondok kerja.

Obyek wisata lain yang ada di pantai sukamade adalah Hutan mangrove yang terletak di muara timur pantai Sukamade. Sungainya dapat  dipakai untuk berkano sambil melakukan pengamatan burung. Burung-burung tersebut diantaranya burung  Roko-Roko, Elang laut, Dara Laut dan masih banyak lagi burung burung yang dapat diamati. Pengamatan burung tersebut biasanya dilakukan sambil menunggu matahari terbenam.

Teluk Permisan ; Sukamade-Permisan merupakan jalur traking yang dapat ditempuh dalam waktu 4-5 jam. Berjalan kaki di jalan setapak ini dapat dilakukan sambil menikmati keindahan flora dan fauna yang terdapat disepanjang jalan.  Pantai Permisan merupakan tempat istirahat  para Pencinta Alam yang melakukan kegiatan Traking/ Lintas Meru Betiri dari Jember (Bandealit) Ke Banyuwangi (Pantai Sukamade). Aktifitas yang dilakukan: berkemah, memancing, dan pengamatan burung.

Demplot Agroforestry (7 Ha); Desa Andongrejo dan Curahnongko merupakan desa-desa yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Meru Betiri.  Di dua desa ini terdapat kelompok TOGA yang mengolah tumbuhan obat menjadi produk jamu tradisional.  Pemasaran produk jamu ini sudah merambah ke luar Jember. Di Desa Andongrejo (zona rehabilitasi) terdapat demplot agroforestry seluas 7 Ha dengan tanaman pakem, kedawung, kemiri, trembesi dan lain-lain. Demplot tersebut dibangun  oleh kelompok binaan Konsorsium FAHUTAN IPB-LATIN.

Habitat Rafflesia ; Di tengah perjalanan dari pintu gerbang Andongrejo ke Bandealit terdapat habitat rafflesia (Rafflesia zolingeriana Kds.), tepatnya di Blok Krecek sekitar   8 km dari Pos Andongrejo. Lokasi ini mudah dicapai karena terletak di tepi jalan. Di lokasi ini pada waktu tertentu dapat dilakukan pengamatan proses mekarnya bunga rafflesia. Umumnya bunga rafflesia mekar sepanjang tahun dengan masa mekar selama 7 hari

Jungle track/ Tran Bandealit – Sukamade ;

Trans Bandealit-Sukamade merupakan track favorit kelompok pecinta alam untuk menjelajahi hutan hujan tropis dataran rendah.  Panjang track kurang lebih 18 km dan biasa di tempuh berjalan kaki selama 3 hari dengan rute  Bandealit – meru- permisan dan sukamade.

Peluang usaha yang dapat dikembangkan oleh masyarakat antara lain  : pemandu wisata, kerajinan (souvenir), jasa wisata lainnya, usaha perdagangan, penyewaan sarana wisata bahari, penginapan, camping ground, cafetaria,  dan lain-lain.

Cara mencapai lokasi

Menuju kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui 4 jalur jalan darat baik dari Jember maupun dari Banyuwangi yaitu :

  1. Jalur  Jember-Ambulu-Curahnongko-Bandealit (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Barat) sepanjang 64 km dapat ditempuh dalam  waktu  sekitar 1,5-2 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
  2. Jalur Jember-Glenmor-Sarongan-Sukamade (Pintu Gerbang ke Meru Betiri bagian Timur) sepanjang 103 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5-4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
  3. Jalur Jember-Genteng-Jajag-Pesanggaran-Saro-ngan-Sukamade sepanjang 109 km dapat ditempuh dalam waktu 3,5 – 4 jam dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
  4. Jalur Banyuwangi-Jajag-Pesanggaran-Sarongan-Sukamade sepanjang 137 Km dapat ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kendaraan bermotor.

Filed under: Kehutanan dan Lingkungan, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: